Deepfake Sebagai Alat Manipulasi: Analisis Penyalahgunaan Dalam Perspektif Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Bebas Nilai Dan Etika Pancasila

Authors

  • Icha Nur Cahyati Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Brawijaya
  • Gary Christian Lumban Tobing Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Brawijaya
  • Della Uli Theodora Matondang Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Brawijaya
  • Fikri Auliya Kamil Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Brawijaya
  • Yahezkiel Christian Santoso Program Studi Perencanaan Wilayah dan Kota, Universitas Brawijaya
  • Prisca Kiki Wulandari Program Studi Ilmu Pemerintahan, Universitas Brawijaya

DOI:

https://doi.org/10.31004/journey.v1i3.23

Keywords:

Deepfake, Artificial Intelligence, IPTEK Bebas Nilai, Etika Pancasila, Literasi Digital

Abstract

Perkembangan teknologi kecerdasan buatan (Artificial Intelligence/AI) telah melahirkan inovasi deepfake yang mampu memanipulasi wajah, suara, dan ekspresi seseorang secara realistis. Meskipun memberikan manfaat dalam bidang hiburan dan pendidikan, teknologi ini juga membuka peluang penyalahgunaan seperti penipuan digital, manipulasi politik, pornografi non-konsensual, dan penyebaran disinformasi. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis bentuk penyalahgunaan deepfake sebagai alat manipulasi informasi di Indonesia, memahami posisi deepfake dalam perspektif ilmu pengetahuan dan teknologi (IPTEK) bebas nilai, serta mengkaji relevansi Etika Pancasila sebagai landasan moral dalam merespons perkembangan teknologi tersebut. Penelitian menggunakan metode campuran (mixed methods) melalui penyebaran kuesioner kepada mahasiswa Universitas Brawijaya dan analisis kualitatif terhadap berbagai literatur, jurnal, berita, serta regulasi terkait deepfake. Hasil penelitian menunjukkan bahwa mayoritas responden telah mengenal deepfake dan menilai teknologi tersebut sebagai ancaman serius terhadap kepercayaan publik terhadap informasi digital. Tingginya intensitas penggunaan media sosial pada kelompok usia 17-22 tahun menyebabkan responden memiliki tingkat keterpaparan yang tinggi terhadap konten manipulatif berbasis AI. Penelitian ini juga menemukan bahwa meskipun deepfake dipandang sebagai teknologi yang secara konseptual bersifat netral, penggunaannya tetap memerlukan tanggung jawab moral. Nilai-nilai Pancasila, khususnya sila kemanusiaan, persatuan, dan keadilan sosial, dinilai relevan sebagai landasan etika dalam mencegah penyalahgunaan deepfake di era digital.

Downloads

Published

24-05-2026

How to Cite

Cahyati, I. N., Tobing, G. C. L., Matondang, D. U. T., Kamil, F. A., Santoso, Y. C., & Wulandari, P. K. (2026). Deepfake Sebagai Alat Manipulasi: Analisis Penyalahgunaan Dalam Perspektif Ilmu Pengetahuan Dan Teknologi Bebas Nilai Dan Etika Pancasila. Journey: Journal of Multidisciplinary Research, 1(3), 68–74. https://doi.org/10.31004/journey.v1i3.23

Issue

Section

Articles