Pengaruh Penggunaan Artificial Intelligence terhadap Kesehatan Belajar Mahasiswa

Authors

  • Revi Putri Zanli Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai

DOI:

https://doi.org/10.31004/vitalsia.v1i1.51

Keywords:

Artificial Intelligence, Kesehatan, Kesehatan Belajar, mahasiswa, Basic ICT, teknologi pendidikan

Abstract

Perkembangan teknologi Artificial Intelligence (AI) atau kecerdasan buatan telah merambah dunia pendidikan tinggi secara masif dalam beberapa tahun terakhir. Mahasiswa kini memiliki akses mudah terhadap berbagai tools AI generatif seperti ChatGPT, Google Gemini, dan Grammarly yang mampu menjawab pertanyaan, menghasilkan teks, hingga menyelesaikan soal secara instan. Kondisi ini secara langsung maupun tidak langsung memengaruhi cara mahasiswa belajar, mengerjakan tugas, dan memahami materi kuliah. Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan tingkat dan pola penggunaan AI di kalangan mahasiswa semester 2 mata kuliah Basic ICT, (2) menganalisis pengaruh intensitas penggunaan AI terhadap perubahan Kesehatan Belajar mahasiswa, dan (3) mengidentifikasi dampak positif maupun negatif yang ditimbulkan dari penggunaan AI dalam konteks akademik, sehingga dapat dirumuskan rekomendasi kebijakan pembelajaran yang tepat bagi dosen dan institusi pendidikan. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan metode survei. Populasi penelitian adalah mahasiswa semester 2 Program Studi Pendidikan Bahasa Inggris Universitas Pahlawan Tuanku Tambusai yang mengambil mata kuliah Basic ICT pada tahun akademik 2025/2026, dengan total sampel 60 mahasiswa yang dipilih menggunakan teknik total sampling. Instrumen penelitian berupa kuesioner tertutup berskala Likert 1-5 yang terdiri dari 30 butir pernyataan, mencakup empat dimensi: frekuensi penggunaan AI, tujuan penggunaan AI, dampak terhadap Kesehatan Belajar, dan sikap mahasiswa terhadap AI. Instrumen telah divalidasi menggunakan uji Product Moment Pearson (r tabel = 0,254) dan diuji reliabilitasnya menggunakan Cronbach Alpha yang menghasilkan koefisien sebesar 0,87 (sangat reliabel). Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif dan uji korelasi Pearson melalui perangkat lunak SPSS versi 26.0. Hasil penelitian menunjukkan bahwa 78,3% mahasiswa (47 dari 60 responden) telah menggunakan AI dalam aktivitas belajar mereka, dengan 45% menggunakannya setiap hari. Tools yang paling banyak digunakan adalah ChatGPT (71,7%), Google Gemini (45%), dan Grammarly (31,7%). Sebesar 65% mahasiswa mengakui adanya perubahan signifikan pada Kesehatan Belajar mereka sejak menggunakan AI. Dampak positif yang dilaporkan meliputi peningkatan efisiensi belajar (72%), kemudahan memahami materi sulit (68%), dan peningkatan rasa percaya diri (54%). Di sisi lain, dampak negatif yang teridentifikasi antara lain berkurangnya kebiasaan membaca buku teks secara mendalam (61%), penurunan kemampuan menyelesaikan masalah secara mandiri (48%), dan berkurangnya latihan berpikir kritis (43%). Uji korelasi Pearson menunjukkan hubungan positif signifikan antara frekuensi penggunaan AI dan efisiensi belajar (r = 0,612, p < 0,01), namun terdapat hubungan negatif signifikan antara ketergantungan pada AI dan kemampuan berpikir mandiri (r = -0,538, p < 0,01). Penggunaan AI memberikan pengaruh yang nyata dan bersifat dua arah terhadap Kesehatan Belajar mahasiswa: meningkatkan efisiensi dan kemudahan belajar di satu sisi, namun berpotensi menurunkan kemandirian berpikir di sisi lain. Mahasiswa yang menggunakan AI secara terstruktur dan bertujuan memperoleh manfaat yang lebih optimal dibandingkan yang menggunakannya secara impulsif. Oleh karena itu, integrasi literasi AI ke dalam kurikulum pendidikan tinggi sangat dibutuhkan agar mahasiswa mampu memanfaatkan AI sebagai alat bantu belajar yang produktif tanpa mengorbankan kemampuan analitis dan akademik mereka secara mandiri. Penelitian lanjutan dengan pendekatan mixed method disarankan untuk memperkaya pemahaman tentang fenomena ini.

Downloads

Published

2026-09-28